Tips merawat baterai Smartphone

Tidak dapat dipungkiri lagi jika Baterai merupakan komponen yang paling penting dan sangat riskan dari perangkat smartphone. Saat memilih smartphone baru, tentunya setiap orang yang akan membelinya pasti akan memperhatikan kapasitas baterai, kekuatan maupun lama atau tidaknya bertahan untuk digunakan baterai tersebut.

*Source image : www.aplikasi-android.net

Kata lainnya, meskipun smartphone tersebut memiliki prosesor yang kencang, kapasitas ruang penyimpanan internal yang besar semuanya akan sia sia jika kapasitas baterai dan daya tahannya kurang. Sejauh ini pastinya kamu sering melihat atau membaca tips untuk merawat baterai smartphone, namun sayangnya kebanyakan dari tips tips tersebut hanya menyarankan kamu untuk mematikan fitur fitur yang tidak berguna di smartphone maupun menonaktifkan aplikasi yang tidak penting dan lain sebagainya.

Jika kita mengikuti tips - tips tersebut tentunya baterai smartphone kita menjadi hemat. Tetapi sayangnya smartphone kita tidak akan digunakan semaksimal mungkin karena hanya untuk mengirim atau menerima sms, melakukan panggilan atau hal yang sepele lainnya.

Nah, Jika tips - tips seperti itu tidak lagi cocok bagi kebutuhan kamu, ada baiknya kamu mengikuti langkah - langkah di bawah berikut. Tips di bawah berikut ini mungkin sangat cocok untuk kamu pengguna smartphone yang menggunakan baterai jenis Lithium atau Li-ion.

Charge baterai sedikit demi sedikit

*Source image: kabargames.id

Pada baterai yang berjenis Li-ion, melakukan charge beterai sedikit demi sedikit akan lebih baik dibandingkan dengan cara men Charge baterai secara langsung hingga daya terisi penuh. Karena sel-sel yang terkandung dalam baterai akan lebih optimal jika diisi daya sedikit demi sedikit. seperti 25% ke 45%, dari 50% ke 85% dan lain sebagainya.

Dengan cara tersebut bukan berarti kamu tidak boleh mengisi ulang daya hingga penuh dalam sekali charge. Tetapi kamu disarankan untuk mengisi ulang daya kapanpun agar kapasitas baterai terisi secara perlahan sedikit demi sedikit. Dengan melakukan secara rutin tentunya kamu juga bisa merawat kesehatan baterai kamu agar awet.

Level kondisi baterai ada di 40%

Apakah kamu pernah memperhatikan saat membeli samrtphone baru? Disaat kamu membuka smartphone pertama kalinya, disana terlihat baterai sudah terisi 40% sampai 50%. Nah, angka tersebut adalah menunjukan angka level terbaik untuk baterai smartphone karena voltasenya tidaklah terlalu rendah maupun juga terlalu tinggi. Pada level baterai tersebut juga menunjukkan smartphone dapat langsung digunakan tanpa takut akan kehabisan daya baterai  atau bisa juga di charge terlebih dahulu sebelum menggunakan smartphone tersebut.

Jangan membiarkan daya baterai hingga kosong

*Source image : elbertchs.sharpschool.net

Membiarkan daya baterai terisi penuh secara terus menerus memanglah kurang baik. Namun jika membiarkan daya baterai hingga kosong atau 0%  justru lebih kurang baik lagi. Jika membiarkan daya baterai kosong secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan sel - sel yang ada di dalam baterai tersebut dan tidak akan dapat diisi lagi.

Jika hal itu terjadi secara otomatis  baterai tidak akan bisa diisi lagi hingga penuh 100% . Bahkan jika dibiarkan kosong dalam jangka waktu lama baterai tidak akan bisa digunakan lagi, karena kerusakan sel - sel yang ada di dalam baterai sudah menyebar keseluruhan. Jika baterai berjenis Li-ion yang biasanya dalam keadaan kosong, voltasenya ada pada level 3.0 V/ Sel. Sedangkan jika sudah mencapai level 2.7 V/ Sel maka, baterai itu akan memasuki mode sleep dan baterai tersebut tidak akan bisa diisi ulang lagi.

Nah, saat ini kamu tidak perlu khawatir lagi jika hal tersebut akan terjadi. Karena pada smartphone baru yang sekarang jika level baterai sudah ada pada level 5% sampai 1% smartphone akan otomatis mati. Dengan itu baterai akan masih menyimpan cadangan daya sampai 5% jika benar - benar kosong. Akan tetapi, jika ingin menyimpan smartphone dalam jangka waktu yang lama sebaiknya simpan dalam keadaan baterai terisi setidaknya 40%.

Hal tersebut juga berguna saat mengisi daya baterai hingga penuh 100%. Karena jika sudah berada pada level 100% smartphone akan otomatis memutus arus listrik sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk lupa mencabut smartphone kamu ketika saat men- Charge.

Hindari suhu yang terlalu panas dan dingin

*Source image : lemoot.com

Temperatur baterai yang sangat tinggi merupakan salah satu musuh terbesar untuk baterai. Karena, baterai akan kehilangan kapasitas daya penyimpanan sampai 80% jika kamu menyimpan baterai dalam suhu 60 derajat celcius selama setahun. Sedangkan untuk suhu standarnya adalah 25 derajat celcius, maka dari itu baterai hanya akan kehilangan daya kurang dari 20% dari kapasitasnya masimal. Sangat berbeda dengan suhu udara yang panas, pada suhu yang sangat dingin juga akan dapat mengakibatkan baterai kehilangan daya kapasitasnya. Selain hal itu baterai juga akan sulit untuk diisi dayanya jika berada dalam suhu yang sangat dingin dalam jangka waktu yang cukup lama.

Baterai memiliki umur yang tertentu


*Source image : teknosaurus.com

Untuk baterai yang berjenis Li-ion hanya akan dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu. Itu artinya jika kamu mempunyai baterai Li-ion, baterai tersebut akan bisa kehabisan kapasitas penyimpanan daya meskipun kamu tidak menggunakannya. Maka dari itu jika kamu membeli sebuah baterai yang baru, maka segera mungkin untuk mengunakan baterai tersebut. Tetapi jangan sekali-kali membeli baterai yang baru lalu menyimpannya dan menggunakannya di kemudian hari, karena hal itu tidak akan menghemat maupun memperpanjang umurnya.

Menggunakan aksesoris original

*Source image : ciricara.info

Aksesoris asli yang dimaksud adalah charger. Banyak pengguna smartphone yang tidak memperhatikan atau mengabaikan keaslian charger. Charger yang tidak memenuhi standar pabrik akan bisa merusak baterai karena rangkaian di dalamnya kurang safety dan juga tegangan yang dihasilkan tidak stabil. Ada beberapa ketentuan penggunaan tegangan untuk pengisian baterai agar baterai awet dan umurnya panjang. Jadi jika kamu ingin mengganti charger pikirkan terlebih dahulu untuk menggunakan yang original atau yang palsu tetapi baterai akan rusak.

Nah itulah beberapa tips cara merawat baterai yang berjenis Li-ion. Selain untuk smartphone, tips di atas juga bisa digunakan untuk baterai laptop. Dengan merawat baterai dengan cara yang benar, maka tentunya baterai tersebut akan menjadi lebih awet sehingga bisa menggunakannya dengan jangka waktu yang lebih panjang.
Lihat Komentar

0 Response to "Tips merawat baterai Smartphone "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel